Tuesday, November 3, 2020

 

Cara Update e-Faktur 3.0 atau Download Patch Versi Terbaru


Ada beberapa tahapan untuk melakukan pembaruan e-Faktur versi terbaru

Berikut langkah-langkah upgrade atau download patch e-Faktur versi terbaru 3.0:

1. Lakukan pencadangan (backup) data e-Faktur 2.2 sebelum mulai melakukan update e-Faktur versi 3.0 untuk menghindari kegagalan pembaruan.

2. Siapkan nomor Sertifikat Elektronik (SE). Unduh (download) e-Faktur 3.0 di https://efaktur.pajak.go.id. 

3. Pilih aplikasi yang sesuai dengan OS (Operating System) atau sistem operasi pada perangkat yang Anda gunakan untuk mengunduh.

4. Setelah berhasil diunduh, extract file aplikasi e-Faktur 3.0. Anda akan melihat hasil extract file tersebut berupa ETaxInvoice, ETaxInvoiceMain, dan ETaxInvoiceUp

5. Berikutnya salin (copy) ketiga file tersebut dan tempel (paste) ke folder e-Faktur 2.2 yang akan diperbarui. Lalu akan muncul notifikasi, klik replace the files.

6. Lanjutkan dengan klik ETaxInvoice, setelah itu akan diarahkan untuk memilih database. Kemudian klik local database, lalu klik connect.

7. Berikutnya, login pada aplikasi e-Faktur.

8. Jika update berhasil, akan terlihat menu baru pada aplikasi e-Faktur yang baru saja diupdate ini yaitu prepopulated data.

9. Setelah berhasil update e-Faktur 3.0, jangan lupa melakukan pengaturan (setting) referensi Sertifikat Elektronik sebelum menggunakannya

Wednesday, August 12, 2020

Bulan Agustus Wajib e-Bupot!

Pemberlakuan e-Bupot 23/26 secara nasional yang akan berlaku pada bulan Agustus 2020. Pada bulan Agustus 2020 ini, seluruh pengusaha kena pajak telah dapat melakukan akses aplikasi e-Bupot 23/26. Pemberlakuan tersebut dilakukan secara nasional dan pemberlakuan tersebut dilakukan setelah pihak otoritas pajak mengeluarkan Keputusan Direktur Jenderal Pajak No. KEP-269/PJ/2020. e-Bupot adalah sebuah aplikasi yang dapat digunakan untuk membantu wajib pajak mengurus pembuatan bukti potong pajak. Aplikasi e-Bupot tersebut adalah sebuah perangkat lunak yang disediakan oleh tim Direktorat Jenderal Pajak di laman website Direktorat Jenderal Pajak atau saluran tertentu yang telah ditetapkan oleh pihak Direktorat Jenderal Pajak yang dapat digunakan untuk membantu para wajib pajak untuk melakukan pembuatan bukti pemotongan, membuat dan melaporkan SPT Masa PPh Pasal 23 dan / atau Pasal 26 dalam bentuk dokumen elektronik.

Adapun kriteria dari wajibb pajak yang menggunakan e-Bupot mulai 1 Agustus 2020 tersebut antara lain seluruh Pengusaha Kena Pajak terdaftar di Kantor Pelayanan Pajak Pratama seluruh Indonesia. Pengusaha Kena Pajak yang memiliki pemotongan PPh Pasal 23/26 lebih dari 20 bukti pemotongan dalam satu masa pajak. Selain itu, Pengusaha Kena Pajak yang melakukan penerbitan pada bukti pemotongan dengan besaran penghasilan bruto yang mencapai lebih dari besaran Rp 100 juta dalam satu bukti potong dan pengusaha kena pajak yang sudah pernah melakukan penyampaian SPT masa melalui fasilitas elektronik yang telah disediakan oleh Direktorat Jenderal Pajak.

Dalam rangka tertib administrasi maka terdapat standardisasi dalam penerbitan Bukti Pemotongan PPh Pasal 23/26 elektronik. Adapun strandar dari penomoran bukti pemotongan PPh Pasal 23/26 tersebut adalah seperti bagaimana yang telah diatur dalam Lampiran Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-04/PJ/2017 adalah sebagai berikut

-Bukti Pemotongan yang terdiri dari 10 digit, dimana dua digit pertama berisikan kode dari Bukti Pemotongan dan delapan digit setelahnya berisikan Nomor Urut Bukti Pemotongan yang diterbitkan

-Nomor Urut Bukti Pemotongan diberikan secara berurutan dari 00000001 sampai dengan 99999999 dalam satu tahun terakhir.

-Penomoran Bukti Pemotongan dari formulir kertas terpisah dengan dokumen elektronik.

-Nomor Bukti Pemotongan dibuat dan dihasilkan oleh sistem

-Nomor tidak berubah apabila terjadi pembetulan/pembatalan

-Nomor dibuat per NPWP

Adapun keuntungan dari menggunakan layanan e-bupot yang disediakan oleh Direktorat Jenderal Pajak adalah

-Tampilan yang user friendly

-Memiliki fitur tanda tangan elektronik

-Tidak memerlukan proses instalasi dikarenakan berbasis web

-Meringankan proses administrasi

-Keamanan data dari wajib pajak terjamin dan tersimpan di server milik Direktorat Jenderal Pajak

-Penomoran bukti potong dibuat oleh sistem dan berbeda untuk setiap pemotong.

Monday, July 20, 2020

Good News! Tarif PPh Badan Turun Menjadi 22%


Sejak tahun 2019, pemerintah Indonesia merencanakan untuk menurunkan tarif pajak penghasilan badan (PPh Pasal 25) dari yang sebelumnya sebesar 25% menjadi 22% untuk tahun pajak 2020 dan 2021, kemudian menjadi 20%  mulai tahun pajak 2022. Namun penurunan tarif tersebut dipercepat pemberlakuannya karena terjadinya pandemi COVID-19 di tahun 2020.

Latar Belakang Penurunan Tarif Pajak Penghasilan Badan 
Dasar hukum percepatan pemberlakuan turunnya tarif tersebut adalah Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2020. Di satu sisi Perppu tersebut mengatur tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan dimana diharapkan kebijakan dan sistem keuangan dapat mendukung penanganan pandemi COVID-19. 

Di sisi lain, kebijakan dan sistem keuangan juga tetap siaga dalam menghadapi ancaman yang mungkin dapat membahayakan perekonomian nasional serta stabilitas sistem keuangan Indonesia. 
Walaupun kebijakan turunnya tarif PPh Badan sempat menjadi simpang siur, karena SPT online masih menggunakan tarif 25% sampai dengan bulan Maret 2020, namun kemudian DJP memberikan penegasan melalui  Siaran Pers DJP Nomor SP-18/2020 tertanggal 26 April 2020.

Dalam Siaran Pers tersebut ditegaskan kembali bahwa penyesuaian angsuran pajak untuk tahun pajak berjalan 2020 diberlakukan pada saat yang sama, yaitu mulai pada Masa Pajak batas waktu penyampaian SPT Tahunan PPh Tahun Pajak 2019.

Dampak Penurunan Tarif Pajak Penghasilan Badan terhadap Perhitungan Pajak
Berikut adalah contoh perhitungan Angsuran PPh Pasal 25 dari bulan ke bulan, sebagaimana diatur dalam Perdirjen Pajak Nomor PER-08/PJ/2020 tanggal 21 Maret 2020 sebagai berikut:
Kasus: PT. Abadih Makmur adalah Wajib Pajak Badan Umum yang menyampaikan SPT Tahunan PPh sebelum batas waktu. Pembukuan PT. Abadih Makmur menggunakan tahun kalender. 
Informasi untuk Tahun Pajak 2019, adalah sebagai berikut:
Peredaran Bruto 52.000.000.000
Penghasilan Neto 6.600.000.000
Kompensasi Kerugian 1.500.000.000
Angsuran PPh Pasal 25 pada Desember tahun sebelumnya 80.000.000
Tanggal Penyampaian SPT Tahun Pajak 2019 adalah 28 Maret 2020
Tidak ada penghasilan tidak teratur pada Tahun Pajak 2019.

Cara Menghitung Angsuran PPh Pasal 25 untuk Tahun Pajak 2020

Besarnya Angsuran PPh Pasal 25 untuk Tahun Pajak 2020:
a. Bulan Januari 2020 dan Februari 2020
Perhitungan angsuran PPh Badan di Januari 2020 dan Februari 2020 sama dengan angsuran PPh Pasal 25 Masa Pajak Desember 2019 yaitu Rp 80.000.000,00.

b. Bulan Maret 2020 
Perhitungan angsuran PPh Badan di Maret 2020 dihitung menggunakan tarif lama 25% dengan penghitungan sebagai berikut:
Penghasilan Neto 6.600.000.000
Kompensasi Kerugian 1.500.000.000
Penghasilan Kena Pajak (PKP) 5.100.000.000
PPh Terutang: 
(25% x PKP) = 25% x 5.100.000.000 1.275.000.000
Dikurangi: Kredit Pajak 75.000.000
Dasar Angsuran PPh Pasal 25 per tahun 1.200.000.000 
Angsuran PPh Pasal 25 = 1.200.000.000/12 100.000.000

c. Bulan April 2020 s.d Desember 2020 
Perhitungan angsuran PPh Badan di April 2020 s.d. Desember 2020 menggunakan tarif baru 22%. Perhitungannya adalah sebagai berikut:
Penghasilan Neto 6.600.000.000
Kompensasi Kerugian 1.500.000.000
Penghasilan Kena Pajak (PKP) 5.100.000.000
PPh Terutang: 
(22% x PKP) = 22% x 5.100.000.000 1.122.000.000
Dikurangi: Kredit Pajak 75.000.000
Dasar Angsuran PPh Pasal 25 1.047.000.000
Angsuran PPh Pasal 25 = 1.047.000.000/12 87.250.000


Monday, February 10, 2020

Mudahnya Membuat Kode Billing Pajak

Pembangunan negara bersumber dari pemasukan negara dari berbagai bidang. Salah satu bidang yang memberikan kontribusi besar adalah dari pajak. Penerimaan dari sektor pajak memiliki andil besar dalam pembangunan infrastruktur yang ada di Indonesia. Kini, pembayaran bisa dilakukan dengan lebih mudah menggunakan Surat Setoran Elektronik atau SSE.

Sebenarnya penggunaan SSE ini telah digalakkan sejak tahun 2016, di mana Direktorat Jenderal Pajak secara resmi telah mengalihkan sistem pembayaran pajak manual dengan Surat Setoran Pajak ke sistem berbasis online yang di sebut SSE ini. Tentu, sistem ini memudahkan wajib pajak untuk melaksanakan kewajiban perpajakannya secara rutin dan tepat waktu.

Apa itu SSE? Konversi SSP ke SSE

Sistem pembayaran pajak secara manual yang dilakukan sebelum tahun 2016 memang sudah terbilang optimal dan mendapatkan respon yang baik dari publik. Secara sederhana, proses yang dilakukan adalah wajib pajak akan membayarkan pajak yang menjadi kewajibannya, baik di bank atau melalui Kantor Pos, kemudian akan mendapatkan SSP sebagai bukti pembayaran.
Untuk merangkul wajib pajak pemula atau baru, sistem online ini kemudian diluncurkan. Wajib pajak generasi muda yang selalu bersinggungan dengan dunia internet, mendapat kemudahan dalam melaporkan pajaknya. Dengan begini, diharapkan dapat membawa dampak pada peningkatan pembayaran dan partisipasi pajak oleh wajib pajak.
Secara definitif, Surat Setoran Elektronik memiliki pengertian suatu sistem pembayaran pajak elektronik yang diadministrasikan oleh Biller Direktorat Jenderal Pajak dan menerapkan billing system. Artinya, wajib pajak yang akan membayar pajak dapat menggunakan SSE untuk mendapatkan kode billing, kemudian dapat membayar pajak secara online.
Kode billing sendiri berfungsi sebagai konfirmasi pada pajak yang akan dibayarkan oleh wajib pajak, sehingga pembayaran wajib pajak tidak akan keliru. Sebelum mendapatkan kode billing, wajib pajak harus melakukan serangkaian proses pada situs SSE yang disediakan aoleh Dirjen Pajak. Terdapat tiga situs berbeda yang bisa digunakan, dan ketiganya adalah sah.

Keuntungan Surat Setoran Elektronik

Tentu saja, banyak keuntungan yang bisa didapatkan oleh wajib pajak dengan penggunaan sistem pembayaran pajak online ini. Berikut adalah tiga keuntungan yang bisa Anda dapatkan dari Surat Setoran Elektronik.

1. Kemudahan Membayar Pajak

Keberadaan Surat Setoran Elektronik dari Dirjen Pajak, memungkinkan wajib pajak untuk membayarkan pajak yang dimilikinya tanpa harus melakukan transaksi tatap muka, baik dengan petugas pajak atau teller bank. Artinya, wajib pajak bisa melaksanakan kewajibannya tanpa harus terbatas ruang dan waktu.
Tanpa harus antri di loket dan membawa setumpuk berkas, wajib pajak bisa melakukan pembayaran pajak melalui smartphone dengan internet banking. Cara lain adalah pembayaran melalui ATM, dan cukup dengan memasukkan kode billing yang telah didapatkan dari sistem online SSE.

2. Efisiensi Waktu dan Tenaga

Pembayaran pajak yang tadinya harus memakan waktu sedemikian lama, bisa diselesaikan dalam hitungan menit saja.  Penggunaan sistem online ini juga memungkinkan wajib pajak menyisihkan sedikit waktu dan tenaga saja untuk menyelesaikan kewajibannya terhadap negara.
Jika memang memiliki waktu luang, wajib pajak bisa mendatangi bank atau kantor pajak. Proses yang dilakukan juga akan jauh lebih mudah dengan berbekal ID Billing yang telah dibuat pada layanan SSE. Cukup menunjukkan ID Billing pada petugas yang ada, dan data wajib pajak akan muncul ketika ID Billing tersebut dimasukkan. Data ini akan tersimpan pada database DJP sehingga tidak perlu memasukkannya berulang kali untuk transaksi selanjutnya.

3. Akurasi Sistem Mengurangi Resiko Salah Input Data

Penggunaan SSE untuk keperluan pembayaran pajak akan mengurangi resiko terjadinya kesalahan akibat faktor human error. Sistem yang disediakan SSE, akan memberikan keterangan jelas pada setiap masukan data yang harus dilakukan wajib pajak. Ada beberapa kolom yang akan terisi secara otomatis ketika wajib pajak mengisi kolom sebelumnya.
Hal ini karena sistem telah membaca data yang dimasukkan, sehingga isian selanjutnya dapat menyesuaikan. Tanpa mendiskreditkan kemampuan petugas pajak, sistem Surat Setoran Pajak dapat memberikan keuntungan pada kedua belah pihak, karena akurasi data yang tinggi memungkinkan proses transaksi semakin efisien dan tidak perlu mengulang.

Penggunaan sistem online ini tentu memerlukan pendaftaran dan proses awal yang harus dilakukan agar wajib pajak memiliki ‘identitas’ yang tersimpan ke dalam sistem database DJP.

Tuesday, January 28, 2020

Kode Erorr e-Faktur

Apa Itu Kode Error e-Faktur?

Pernahkah Anda menghadapi pesan kode error e-Faktur? Biasanya, pesan kode error ini muncul bersamaan dengan tidak lancarnya proses penggunaan aplikasi e-Faktur desktop.
Pesan kode error e-Faktur biasanya menggunakan bahasa komputer yang tentu berbeda dengan bahasa pajak. Anda akan dihadapkan dengan bahasa yang tak lazim tersebut saat bersentuhan dengan aplikasi e-Faktur dekstop.
Bahasa tersebut akan muncul di layar monitor Anda bersamaan dengan pesan dan kode error e-Faktur, atau Anda dapat melihatnya di dashboard faktur pajak keluaran dan masukan Anda. Contoh sederhananya seperti gambar berikut ini:
kode error e-Faktur
Bisa jadi Anda tidak mengerti dengan pasti maksud dari pesan di atas. Tapi, Anda tak perlu khawatir dan repot bertanya kepada tax expert arti dari pesan tersebut.
Di bawah ini, terdapat daftar kode e-Faktur error (ETAX, ETAX-SERVICE, ETAX-API) yang sering dialami PKP, lengkap dengan penyebab dan solusinya.

Kategori ETAX: Kode Error e-Faktur Versi 1.0


No.Kode Error e-Faktur 1.0Deskripsi Error e-Faktur PenyebabSolusi
1.ETAX-10001Error database[1] File di dalam folder db corrupt atau hilang (misalnya: corrupt karena melakukan copy database saat aplikasi menyala).[1] Pastikan dalam folder db > ETaxInvoice terdapat folder log, seg0 dan tmp serta file db.lck, README_DO_NOT_TOUCH_FILE, dan service.properties.
[2] Di dalam folder db tidak terdapat folder ETaxInvoice atau terdapat folder selain folder ETaxInvoice yang bukan dibuat dari proses tambah database.[2] Pastikan folder db berisi folder ETaxInvoice dengan isi folder sesuai pada nomor [1] dan tidak ada folder selain ETaxInvoice yang ditambahkan sendiri.
[3] Versi aplikasi tidak sama dengan versi db.[3] Jalankan aplikasi saat terhubung dengan internet untuk dapat melakukan update database aplikasi.
[4] PC server PKP mati/ Database belum di-start sebagai server (dalam hal menggunakan konfigurasi network db).[4] Pastikan PC server menyala dan aplikasi e-Faktur berjalan/lakukan start database sebagai server dari menu File > Administrasi Db dan tekan tombol Start Db Sebagai Server.
2.ETAX-10002Tidak dapat mengambil data
3.ETAX-10003Input ke database tidak berhasil. Cek kembali data yang akan diinputKoneksi antara server dan client (network database) terputus.Pastikan PC server dan client terkoneksi dengan baik, kemudian ulangi proses.
4.ETAX-10004Data tidak ditemukan
5.ETAX-10005Database tidak ditemukanBeberapa kemungkinan yang dapat terjadi antara lain folder DB terhapus, terkena virus yang menyebabkan aplikasi tidak menemukan posisi database e-Faktur.Pastikan database e-Faktur terdapat dalam folder DB aplikasi.
6.ETAX-10006Tidak dapat start database sebagai network serverPort yang digunakan untuk koneksi database belum dibuka.Pastikan port yang dipakai untuk koneksi database telah dibuka.
7.ETAX-20001NPWP tidak lengkap[1] Merekam atau mengimpor referensi lawan transaksi dengan isian NPWP kurang dari 15 digit.Isikan NPWP dengan benar, baik di form inputan maupun di file csv yang akan diimpor.
[2] Merekam atau mengimpor faktur atau dokumen lain dengan isian NPWP lawan transaksi null atau kurang dari 15 digit.
8.ETAX-20002Nomor Faktur sudah terdaftarMerekam/mengimpor faktur dengan nomor faktur yang sudah pernah diinput sebelumnya.Gunakan nomor faktur lain yang belum digunakan.
9.ETAX-20003Nomor Faktur tidak ditemukan[1] Meretur faktur eTax yang belum ter-approve.[1] Cek kembali di range nomor faktur apakah nomor tersebut memang ada atau tidak.
[2] Merekam/impor dokumen lain pengganti untuk dokumen lain yang belum pernah diinput ke database lokal.[2] Periksa apakah nomor faktur tersebut pernah diinput di e-Faktur desktop Anda.
10.ETAX-20004Format Angka salahIsian data tidak sesuai dengan format yang ditentukan.[1] Isi kolom DPP, PPN, PPnBM, Harga, Jumlah Barang, Diskon dengan angka.
[2] Jika ada nilai pecahan, gunakan: Karakter titik sebagai sebagai pemisah pecahan untuk karakter koma sebagai tanda pemisah pecahan untuk input dari interface.
11.ETAX-20005Format NPWP tidak sesuaiIsian data NPWP tidak sesuai dengan format dan/atau tidak sesuai dengan cek digit.Isikan NPWP dengan angka 15 digit dan benar.
12.ETAX-20006Format tanggal salahIsian data tanggal tidak sesuai dengan format yang ditentukan.Isikan tanggal sesuai dengan format yang ditentukan yaitu tanggal/bulan/tahun.
13.ETAX-20007Nomor Faktur tidak lengkapFormat Nomor Seri Faktur Pajak tidak sesuai dengan format yang ditentukan.Lakukan cek ulang atas Nomor Seri Faktur Pajak yang direkam pada referensi NSFP.
14.ETAX-20008Error Validasi[1] Tidak mengisi kolom yang wajib diisi.[1] Pastikan mengisi semua kolom yang wajib diisi.
[2] Data inputan tidak sesuai dengan format yang ditentukan.[2] Isikan data sesuai format pengisian.
15.ETAX-20009Lawan Transaksi terpakai sebagai referensiSudah jelas.Periksa kembali data lawan transaksi Anda.
16.ETAX-20010Barang/Jasa terpakai sebagai referensi di FakturSudah jelas.Periksa kembali data barang/jasa Anda.
17.ETAX-20011Tidak dapat mengunggah fakturSudah jelas.Coba unggah faktur lagi.
18.ETAX-20012NPWP terdaftarSudah jelas.Periksa kembali data NPWP.
19.ETAX-20013Lawan Transaksi tidak lengkap[1] Kolom pertama Baris LT pada file csv tidak memakai diisi LT.Periksa file CSV, cek kolom dan isian data pada baris LT. Pastikan sesuai dengan skema impor dari DJP.
[2] Kolom isian pada baris LT kurang atau format isi data nya tidak sesuai dengan skema impor.
20.ETAX-20014Nilai tidak boleh kosongField yang tertera pada pesan error belum diisi.Pastikan data diisi dengan benar.
21.ETAX-20015Belum memasukkan pilihanMengklik tombol buka SPT tanpa memilih SPT yang akan dibuka.Untuk membuka SPT, klik baris SPT yang akan dibuka kemudian tekan tombol Buka SPT untuk Diubah.
22.ETAX-20016Range nomor faktur sudah terdaftarMenginputkan referensi range nomor faktur yang sama atau beririsan dengan salah satu range nomor faktur yang sudah direkam.Periksa kembali range nomor faktur. Pastikan range yang akan direkam belum ada di daftar referensi range nomor faktur.
23.ETAX-20017Nomor Faktur tidak termasuk dalam rangeReferensi Nomor FakturMerekam atau mengimpor faktur keluaran dengan nomor yang tidak ada dalam range di referensi nomor faktur.Periksa kembali nomor faktur yang digunakan dan pastikan nomor faktur tersebut berada dalam range di referensi nomor faktur.
24.ETAX-20018Range Nomor Faktur tidak tersedia, Daftarkan Referensi Nomor Faktur terlebih dahulu[1] Belum menginputkan range nomor faktur.[1] Inputkan range nomor faktur yang diperoleh dari KPP.
[2] Nomor faktur yang terpakai sudah sampai ke range nomor terakhir yang ada.[2] Dalam hal nomor merekam faktur dengan nomor yang terlewat dan masih di dalam range, klik OK pada Error dan lanjutkan rekam faktur dengan mengisi 8 digit nomor seri secara manual atau bisa dengan melakukan impor.
25.ETAX-20019Tidak bisa mengubah data. Data yang akan dihapus dipakai sebagai referensiMenghapus data referensi lawan transaksi atau barang/jasa yang sudah pernah dipakai dalam pembuatan faktur pajak.Data referensi yang sudah pernah dipakai tidak bisa dihapus.
26.ETAX-20020Kode Barang/Jasa sudah terdaftar tidak dapat memakai Kode yang samaMerekam/Impor data barang dengan kode barang yang sudah ada di referensi barang/jasa.Data referensi yang sudah pernah dipakai tidak bisa dihapus.
27.ETAX-20021Nama Barang/Jasa sudah terdaftar tidak dapat memakai Nama yang samaMerekam/impor data barang dengan nama barang yang sudah ada di referensi barang/jasa.Data referensi yang sudah pernah dipakai tidak bisa dihapus.
28.ETAX-20022Barang/jasa tidak lengkap[1] Baris OF pada file csv tidak memakai flag OF.Periksa file CSV, cek kolom dan isian data pada baris OF. Pastikan sesuai dengan skema impor dari DJP.
[2] Kolom isian pada baris OF kurang atau format isi data nya tidak sesuai dengan skema impor.
29.ETAX-20023Format faktur salahFormat isian data csv yang diimpor tidak sesuai dengan sekma impor dari DJP.[1] Periksa kembali file csv dan pastikan isian data telah sesuai dengan skema impor DJP.
[2] Periksa karakter pemisah (delimiter) yang dipakai, pastikan karakter pemisah pada form Impor sama dengan karakter pemisah di file CSV.
30.ETAX-20024Masa Faktur tidak boleh kurang dari tanggal fakturMerekam/impor faktur dengan isian masa kurang dari bulan tanggal faktur.Pastikan masa pelaporan faktur keluaran pada form Input Faktur atau pada file csv impor diisi dengan benar.
31.ETAX-20025Masa Faktur melebihi batas ketentuan pelaporan Faktur PajakMerekam/Impor faktur pajak masukan dengan isian masa lapor lebih dari 3 bulan dari tanggal faktur.Periksa masa pelaporan faktur masukan, pastikan masa lapor tidak lebih 3 bulan dari tanggal faktur.
32.ETAX-20026Flag Pengganti tidak sesuai formatKolom fg_pengganti di skema impor diisi selain angka 0 dan 1Isikan kolom fg_pengganti dengan:
[1] 0 untuk faktur normal.
[2]1 untuk faktur penganti.
33.ETAX-20027Tanggal Faktur Pengganti tidak boleh kurang dari Faktur PajakTanggal Faktur Pengganti kurang dari Tanggal Faktur Pajak yang diganti.Tanggal Faktur Pajak Pengganti minimal sama dengan Tanggal Faktur Pajak yang diganti.
34.ETAX-20028Jumlah DPP, PPN, PPnBm Objek Faktur tidak sama dengan nilai FakturNilai Jumlah DPP, PPN dan PPnBM pada baris FK tidak sama dengan total nilai DPP, PPN dan PPnBM pada baris OF.Cek file CSV. Kolom Jumlah DPP/Jumlah PPN/Jumlah PPnBM baris FK nilainya harus sama dengan total nilai DPP/PPN/PPnBM pada baris Ofnya.
35.ETAX-20029Masa Faktur lebih besar dari tanggal ETAXReady, Faktur harus direkam dengan ETax InvoiceMerekam retur manual untuk Faktur Pajak Keluaran yang seharusnya sudah menggunakan e-Faktur.Rekam Pajak Keluaran nya terlebih dahulu dan lakukan upload.
36.ETAX-20030Tanggal Retur tidak boleh lebih kecil dari tanggal FakturMenginput tanggal Retur lebih kecil dari tanggal faktur yang diretur.Isikan tanggal retur lebih besar sama dengan tanggal faktur pajak yang diretur.
37.ETAX-20031Masa Retur tidak boleh lebih kecil dari tanggal ReturMenginput masa Retur lebih kecil dari tanggal retur.Isikan masa retur sama dengan bulan retur.
38.ETAX-20032Saldo DPP untuk retur kurangMengisi nilai DPP retur lebih besar dari nilai DPP faktur yang diretur.
39.ETAX-20033Saldo PPN untuk retur kurangMengisi nilai PPN retur lebih besar dari nilai DPP faktur yang diretur.
40.ETAX-20034Saldo PPnBm untuk retur kurangMengisi nilai PPnBM retur lebih besar dari nilai DPP faktur yang diretur.
41.ETAX-20035[1] Masa Faktur kurang dari tanggal ETAXReady, Faktur Non ETax[1] Merekam/impor faktur dengan masa pelaporan sebelum ditetapkan sebegai pengguna e-Faktur.[1] Cek tanggal faktur pajak.
Faktur pajak dengan tanggal transaksi sebelum ditetapkan sebagai pengguna etax tidak bisa dibuat melalui aplikasi e-Faktur.
[2] DPP tidak boleh lebih kecil dari 0[2] Cukup jelas.[2] Cukup jelas.
42.ETAX-20036[1] NPWP tidak terdaftarCukup jelas.Cukup jelas.
[2] PPN tidak boleh lebih kecil dari 0
43.ETAX-20037PPnBM tidak boleh lebih kecil dari 0Cukup jelas.Cukup jelas.
44.ETAX-20038Faktur Pajak Batal tidak ditemukan
45.ETAX-20039Tidak ditemukan faktur yang akan digantiSalah mengisi Nomor Seri Faktur Pajak yang akan diganti.Pastikan kembali Nomor Seri Faktur Pajak yang akan diganti.
46.ETAX-20040Faktur tidak dapat dibuat
47.ETAX-20041Nilai DPP tidak cukup
48.ETAX-20042Nilai PPN tidak cukup
49.ETAX-20043Nilai PPnBM tidak cukup
50.ETAX-20044SPT Kurang Bayar[1] Membuat File CSV untuk SPT Kurang Bayar tanpa merekam SSP terlebih dahulu.[1] Dalam hal SPT Kurang Bayar, rekam terlebih dahulu SSP nya.
51.ETAX-20045SPT Lebih Bayar
52.ETAX-30001Tidak dapat melakukan enkripsi / dekripsi
53.ETAX-30002Tidak dapat melakukan hashingSertifikat dipindah/hilang.Pastikan file sertifikat ada dan tidak berpindah tempat penyimpanan. Dalam hal memindahkan sertifikat, setting kembali dari menu Administrasi Sertifikat.
54.ETAX-30003Library Sigar Error
55.ETAX-30004Error Upload Faktur
56.ETAX-30005Error objek mappingFormat isian data csv yang diimpor tidak sesuai dengan skema impor dari DJP.Periksa kembali file csv dan pastikan isian data telah sesuai dengan skema impor DJP.
57.ETAX-30006File tidak ditemukanFile CSV yang akan diimpor tidak ada.[1] Periksa kembali lokasi tempat file CSV yang akan diimpor telah sesuai dengan lokasi file CSV yang ada di form Impor.
[2] Ulangi kembali proses impor dengan mengklik tombol Open dan arahkan ke folder file csv yang sebenarnya.
58.ETAX-30007File tidak dapat dibaca
59.ETAX-30008Algoritma Hash tidak ditemukan
60.ETAX-30009Report tidak dapat dibuatTidak dapat membuat file PDF.
61.ETAX-30010Disk I/O error
62.ETAX-30011Profile Belum DiregisterBelum melakukan update profile pada aplikasi e-Faktur.Lakukan update profile pada menu update profile.
63.ETAX-30022File certificate belum tersedia. Pilih file certificate terlebih dahulu di AdministrasiBelum pernah mendaftarkan file certificate pada aplikasi e-Faktur.Daftarkan file certificate yang dimiliki pada menu administrasi sertifikat.
64.ETAX-30023File Certificate tidak bisa di pakai1] Format Certificate Salah.Pastikan menggunakan file sertifikat digital yang telah diberikan oleh DJP.
[2] File Certificate tidak ditemukan.
[3] Certificate bukan milik user terdaftar.
[4] Tidak ditemukan Certificate yang benar untuk user.
65.ETAX-30024Harga Barang/Jasa tidak boleh lebih kecil sama dengan 0Cukup jelas.Cukup jelas.
66.ETAX-30025Faktur sedang dalam proses upload ke DJP
67.ETAX-30026Faktur sudah diapproved oleh DJP
68.ETAX-30027Tanggal Faktur sebelum ETAX readyMerekam / mengimpor data faktur pajak keluar dengan tanggal faktur sebelum PKP ditetapkan sebagai pengguna e-Faktur.[1] Cek tanggal faktur pajak.
[2] Faktur pajak dengan tanggal transaksi sebelum ditetapkan sebagai pengguna etax tidak bisa dibuat melalui aplikasi e-Faktur.
69.ETAX-30028Tanggal salah
70.ETAX-30029Nomor Faktur tidak benar[1] Nomor faktur yang diinput tidak sesuai dengan tanggal faktur.[1] Cek nomor faktur dan tanggal faktur. Faktur dengan nomor xxx-yy.xxxxxxxx hanya bisa dipakai untuk penyerahan di tahun yy.
[2] Merekam/impor dokumen lain pengganti untuk dokumen lain yang belum direkam di aplikasi.[2] Rekam/Impor terlebih dahulu dokumen lain yang akan diganti. Setelah itu, rekam/impor dokumen lain penggantinya.
71.ETAX-30030Nomor Retur sudah terdaftarNomor retur dan nomor faktur pajak yang diretur yang direkam/diimpor sudah ada di database.Cek kembali data dokumen retur yang akan direkam. Pastikan nomor retur dan faktur pajaknya sudah benar dan belum pernah direkam/impor sebelumnya
72.ETAX-30031Dokumen Lain tidak lengkap[1] Mengisi kolom DK_DM untuk dokumen lain dengan isian selain DK / DM.Periksa file CSV, cek kolom dan isian datanya. Pastikan sesuai dengan skema impor dari DJP.
[2] Kolom isian kurang atau format isi datanya tidak sesuai dengan skema impor dokumen lain
73.ETAX-40001Tidak dapat menghubungi E-TaxInvoice ServerTidak terhubung dengan internet.[1] Cek koneksi internet, pastikan PC terhubung dengan internet.
[2] Apabila koneksi internet dengan proxy, pastikan sudah melakukan setting proxy aplikasi dengan benar di menu Referensi > Setting Aplikasi.
74.ETAX-40002Error di service[1] Sertifikat digital rusak karena komputer terkena virus.Unggah ulang sertifikat digital Anda pada menu Download Sertifikat Digital.
[2] Sertifikat digital sudah habis masa berlakunya.
75.ETAX-40003Error di service session
76.ETAX-40004User tidak dapat mengakses serviceSalah mengisi capctha, password ataupun passphrase.[1] Pastikan sudah menginputkan password, captcha atau pun passphrase dengan benar.
[2] Pastikan PC terhubung dengan koneksi internet.
77.ETAX-40005Error di service registrasiKesalahan memasukkan passphrase, kode aktivasi, password aktivasi.Cek kembali data yang diinput dan pastikan huruf besar kecil telah sesuai.
78.ETAX-40006Error updateGagal mengakses update di server e-Faktur.Silakan update manual atau lakukan ketika jam tidak sibuk.
79.ETAX-40007URL tidak sesuai dengan format
80.ETAX-40008Versi aplikasi E-Faktur belum terupdateUpdate aplikasi e-Faktur Dekstop Anda yang terbaru.
81.ETAX-40009Tidak dapat meload konfigurasi aplikasi
82.ETAX-40010Tidak dapat menyimpan konfigurasi aplikasi
83.ETAX-40011Tidak dapat melanjutkan
84.ETAX-50001Tidak dapat mendapatkan summary dokumen PK PM
85.ETAX-50002Tidak dapat membentuk SPT baru
86.ETAX-50003Tidak dapat membentuk SPTTerdapat prosedur-prosedur yang belum dilakukan dalam proses membentuk SPT.[1] Pastikan seluruh isian data di Induk dan Lampiran AB sudah diisi dan disimpan.
[2] Dalam hal membuat SPT Pembetulan, pastikan SPT normal nya sudah dibuat.
87.ETAX-50004Tidak dapat membentuk file CSVTerdapat kolom-kolom dalam aplikasi yang belum diisi dengan lengkap (misalnya: tanggal lapor) atau belum melakukan update profile.Pastikan kolom-kolom dalam SPT Masa telah diisi dan telah mengisi profile PKP dengan lengkap.
88.ETAX-50005Tidak dapat membentuk file PDFTerdapat kolom-kolom dalam aplikasi yang belum diisi dengan lengkap (misalnya: tanggal lapor) atau belum melakukan update profile.Pastikan kolom-kolom dalam SPT Masa telah diisi dan telah mengisi profile PKP dengan len